Answer:
a
Explanation:
Makes the most sense. In the cold war both nations avoided fighting directly. They fought with politics, the economy, and with propaganda.
Answer:
Despite the difficulties and double talk of politics and political labeling, the memories and records of wartime fascist policies will continue to be a reminder to Americans that fascism is a form of government that seeks to control the masses, while liberal democracy offers individuality and freedom from government control, as well as the right of the people to participate in the political process.
Explanation:
<span>Badan ini dibentuk sebagai upaya mendapatkan dukungan bangsa Indonesia dengan menjanjikan bahwa Jepang akan membantu proses kemerdekaan Indonesia. BPUPKI beranggotakan 63 orang yang diketuai oleh Radjiman Wedyodiningrat dengan wakil ketua Hibangase Yosio (orang Jepang) dan R.P. Soeroso.Adapun latar belakang pembentukan BPUPKI secara formil, termuat dalam Maklumat Gunseikan nomor 23 tanggal 29 Mei 1945, dilihat dari latar belakang dikeluarnya Maklumat No. 23 itu adalah karena kedudukan Facisme (kekuasaan) Jepang yang sudah sangat terancam. Maka sebenarnya, kebijaksanaan Pemerintah Jepang dengan membentuk BPUPKI bukan merupakan kebaikan hati yang murni tetapi Jepang hanya ingin mementingkan dirinya sendiri, yaitu pertama; Jepang ingin mempertahankan sisa-sisa kekuatannya dengan cara memikat hati rakyat Indonesia, dan yang kedua; untuk melaksanakan politik kolonialnya.</span>
The companies were more about controlling an area's economy more than grabbing and controlling land. By controlling the economy, they could better profit off the areas, with little to no political impact. However, when needed, they could and would use their political might. The wealth that the companies had gave them great leverage in the political world.