Answer:
Teori adalah suatu pendapat bagaimana dan kenapa sebuah fakta terjadi. (Macionis, 1997:15). Sedangkan Scupin dan De Corse (1995)mendefinisikan teori adalah kumpulan hipotesis yang tidak berhubungan yang menawarkan penjelasan secara umum untuk fenomena natural atau sosial. Salah satu teori Antropologi adalah fungsionalisme.
Teori fungsionalisme adalah teori dominan dalam antropologi. Teori ini memandang budaya sebagai satu kesatuan, dan mencoba untuk menjelaskan bagaimana hubungan antara bagian-bagian masyarakat yang tercipta dan bagaimana bagian ini fungsional (bermakan memiliki konsekuensi yang menguntungkan pada individu dan masyarakat) dan disfungsional (bermakna memiliki konsekuensi negatif). Teori ini memandang masyarakat sebagai sistem yang kompleks yang mana bagian tersebut bekerja bersama untuk mempromosikan solidaritas dan stabilitas; ini menandakan bahwa kehidupan sosia kita dituntun berdasar pada struktur sosial, yang pola perilaku sosialnya secara relatif stabil (Macionis, 1997)
Seluruh struktur sosial berkntribusi pada operasi masyarakat. Dua antropolog inggris terkemuka Radcliff Brown dan Bronslaw Malinowski, menggambarkan dua standar teori: Struktural fungsionalisme, yang menekankan pada keunggulan dari masyarakat dan menyusun para individu, dan bagaimana berbagai macam elemenfungsi struktur sosial untuk memelihara permintaan sosial dan keseimbangan. Dan Psikologi strukturalisme, yang mana menekankan pada kbutuhan individual untuk bertemu dengan masyarakat.
Kelemahan teori fungsional adalah gagalnya menjelaskan kenapa masyarakat itu berbeda atau justru memiliki kesamaan. Ontropolog fungsionalisme menganggap dunia tertib, memberi sedikit perhatian atau bahkan tidak memberi perhatian pada kompetisi dan konflik (Howard dan Dunaif-Hattis, 1992). Teori ini tidak berhubungan dengan sejarah, mengabaikan proses sejarah. (Scupin dan De Corse, 1995) teori ini juga tidak dapat menjelaskan perubahan sosial dan budaya, sebagaimana ia dulu memandang masyarakat sebagai sesuatu yang stabil dan tetap. meskipun memiliki kelemahan, teori fungsionalisme mempengaruhi perjanjian besar penelitian empirik dalam antropologi.
Explanation:
The possibility of release is only possible if the whale has only been in captivity for a short time. An example of this is Springer, the killer whale that was treated for emaciation and nursed back to health before being rehabitated and ruined to their pod. For orcas like the whales at Seaworld (which has just been banned from further breeding! Yay!), these whales are unable to be released as they have been in captivity their whole life. All animals, including marine mammals, can be imprinted by human interaction. Captive whales are accustomed to being fed by humans and do not know how to fend for themselves in the wild. If they were released into the wild, these tame whales may attack boats and humans, thinking they will feed them and inevitably starve to death because they are unable to hunt. Whales live in pods otherwise known as their whole life. They hunt and feed with them. If a captive whale were to be released, it would be unable to hunt as they wouldn't have a pod that would assist them.
Answer:
The CO molecules would be able to leave the cell faster if the cell had a smaller volume
Explanation:
A smaller volume leads to a greater surface area to the volume ratio. If the cell has a larger volume and grows beyond a certain limit, not enough material will be able to cross the membrane fast enough to accommodate the increased cellular volume.
Answer:
crops is a renewable resources, coal, natural gas and oil are not renewable as they will not last forever.